Beranda / ONG39 / Italia menang 5-4, tetapi Gattuso tetap murka

Italia menang 5-4, tetapi Gattuso tetap murka

ong39news.id – Gennaro Gattuso menunjukkan reaksi emosional usai Timnas Italia meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Israel. Meski timnya berhasil mengamankan tiga poin, pelatih tersebut justru terlihat sangat tidak puas dengan performa anak asuhnya.

Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu berjalan bak roller coaster yang menguras tenaga dan emosi. Italia harus dua kali tertinggal sebelum akhirnya mengunci kemenangan lewat gol di menit-menit akhir.


Tersiksa Melihat Italia

Bagi Gennaro Gattuso, pertandingan melawan Israel terasa seperti sebuah siksaan. Ia mengaku sangat terkuras secara emosional melihat jalannya laga yang penuh dengan drama.

“Hari ini seperti pembunuhan,” ungkap Gattuso yang tampak kelelahan.

Ia bahkan tidak ragu untuk melabeli laga tersebut sebagai yang paling gila sepanjang karier kepelatihannya. Menurutnya, para pemain terlalu gegabah dalam menerapkan strategi permainan.

“Ini adalah pertandingan paling gila yang pernah saya alami sebagai pelatih, tetapi ini adalah masalah saya dan bukan masalah para pemain. Jika kita ingin bermain dengan cara tertentu, kita harus menjadi lebih baik dalam hal ini,” ujarnya.

“Kami gila karena secara sistematis terus menyerang, itulah yang ditunggu-tunggu oleh Israel, mereka menghantam kami melalui serangan balik setiap saat. Kami seharusnya bisa bertahan lebih dalam saat sedang unggul,” lanjut Gattuso.


Italia Masih Butuh Perbaikan

Di tengah kritik tajam terhadap performa tim, Gattuso menunjukkan jiwa ksatria. Ia secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas rapuhnya permainan Gli Azzurri.

“Kami adalah tim yang gila, karena kami terlalu rapuh, kami kebobolan gol-gol konyol dengan terlalu mudah,” sebutnya.

Gattuso menegaskan bahwa masalah ini adalah pekerjaan rumah baginya dan jajaran staf pelatih. Ia tidak ingin menyalahkan para pemain atas apa yang terjadi di atas lapangan.

“Para pemain tahu itu, tetapi ini adalah masalah saya, bukan masalah mereka. Kita berasal dari kultur sepak bola yang mengandalkan referensi, tetapi kita harus bekerja untuk menjadi tim yang mandiri terlebih dahulu,” jelasnya.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kami tidak boleh kebobolan gol semudah yang kami lakukan hari ini. Ini bukan kritik untuk para pemain kami, saya dan staf saya harus memperbaiki dan mengusahakannya sesegera mungkin,” tegasnya.


Merendah Saat Dibandingkan Sandro Tonali

Dalam sesi wawancara, Gattuso juga sempat merespons pernyataan Sandro Tonali yang menyebutnya sebagai pahlawan masa kecil. Dengan rendah hati, ia justru melontarkan pujian balik kepada gelandang Newcastle United itu.
“Mereka tahu apa yang perlu dilakukan, saya hanya bisa berterima kasih atas usaha mereka,” tutup Gattuso.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *