ONG39 – Manchester United mencatatkan prestasi mengejutkan di Premier League musim ini. Meski performa tim asuhan Erik ten Hag kerap naik turun, Setan Merah justru menjadi tim paling produktif dalam mencetak gol lewat situasi sepak pojok, bahkan mengungguli klub papan atas seperti Arsenal dan Manchester City.
BACA BERITA SEBELUMNYA:
Rapor Starting XI Liverpool: Semua di Bawah Standar!
Statistik Menarik: MU Paling Tajam dari Sepak Pojok
Menurut data dari Opta dan Premier League Stats, hingga pekan ke-12 musim 2025/2026, Manchester United sudah mencetak 9 gol dari situasi sepak pojok.
Angka ini menjadikan mereka sebagai tim dengan gol terbanyak dari bola mati jenis tersebut, mengungguli Arsenal (6 gol) dan Liverpool (5 gol).
Gol-gol tersebut sebagian besar lahir dari kerja sama antara Bruno Fernandes dan Harry Maguire, yang menjadi ancaman utama di udara. Selain itu, pemain muda seperti Rasmus Højlund dan Scott McTominay juga turut menyumbang gol penting dari skema sepak pojok.
Kunci Sukses: Latihan Bola Mati dan Strategi Ten Hag
“Bola mati bisa menjadi pembeda dalam pertandingan ketat. Kami berlatih keras untuk memaksimalkan setiap peluang,” ujar Ten Hag dalam konferensi pers usai laga kontra Fulham.
Arsenal dan City Tertinggal
Sementara itu, Arsenal dan Manchester City yang dikenal dengan permainan terbuka dan penguasaan bola tinggi justru tertinggal dalam urusan efektivitas sepak pojok.
Arsenal baru mencetak enam gol dari sepak pojok, sementara City hanya mencatatkan lima.
Hal ini menunjukkan bahwa MU memiliki keunggulan dalam efisiensi dan agresivitas di kotak penalti lawan.
MU Menjadi Ancaman dari Bola Mati
Dengan catatan tersebut, Manchester United kini dianggap sebagai tim paling berbahaya di Premier League dalam situasi bola mati.
Kekuatan udara dari pemain seperti Maguire, Varane, dan Højlund membuat lawan sulit bertahan.
Kombinasi akurasi umpan Bruno Fernandes serta eksekusi disiplin di depan gawang menjadikan MU punya senjata tambahan dalam perburuan poin.
Kesimpulan
Walau sempat dikritik karena inkonsistensi di lapangan, Manchester United berhasil menunjukkan sisi positif melalui keunggulan strategi bola mati.
Raja gol sepak pojok ini kini membuktikan bahwa kemenangan tidak hanya bergantung pada penguasaan bola, tapi juga pada efektivitas memanfaatkan setiap peluang kecil.





